Liburan yang membosankan di bengkel sepeda kakek, sebuah kaleng tabungan, dan sepeda ontel tua milik nenek.
Fajar, empat belas tahun, dititipkan di rumah Abah Encep di Garut selama libur sekolah. Abah membuka bengkel sepeda kecil di dekat alun-alun, dan Fajar hanya punya satu keinginan: uang untuk membeli sepeda gunung baru sebelum lomba sepeda hias Hari Sumpah Pemuda. Abah menawarkan kesepakatan: lima ribu rupiah untuk setiap ban yang berhasil ia tambal. Di antara bau oli, kaleng tabungan, dan sepeda ontel tua yang diselimuti kain di pojok bengkel, Fajar belajar arti menabung, memperbaiki, dan menunggu.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!