Penghasilan sampingan paling realistis dimulai dari keahlian yang sudah kamu punya. Buku di kategori ini membantu mengubah keahlian itu menjadi jasa yang bisa dijual: menyusun portofolio sederhana, menentukan tarif, menulis penawaran, dan menjaga klien supaya datang lagi.
Ada juga panduan untuk karyawan yang ingin mulai tanpa mengganggu pekerjaan utama, serta rencana langkah demi langkah bila menghadapi PHK.
Baru kena PHK dan bingung berapa hakmu serta cara membaginya? Ini contoh hitungan pesangon dan anggaran bertahan 6 bulan agar uang tidak cepat habis.
Baca artikel →Berapa harga edit video 30 detik untuk toko roti atau bengkel? Hitung waktu tiap tahap, harga satuan, paket 8 video, dan jumlah klien yang kamu butuhkan.
Baca artikel →Jangan pasang harga admin medsos dengan menebak. Hitung jam kerja per klien, susun tiga paket bulanan, dan tentukan berapa klien yang kamu butuhkan.
Baca artikel →Ingin penghasilan tambahan tanpa mengorbankan kerja kantor? Ini ide usaha sampingan untuk karyawan, cara membagi waktu, dan hal yang wajib dicek di kontrak.
Baca artikel →Belum punya portofolio dan belum pernah dibayar? Ini langkah realistis mendapat klien pertama: pilih layanan, buat contoh karya, tawarkan, dan jaga klien.
Baca artikel →Bingung pasang tarif freelance? Hitung dari kebutuhan hidup, biaya kerja, dan jam yang bisa ditagih. Lengkap dengan contoh tarif per jam, proyek, dan paket bulanan.
Baca artikel →Mulai dari lingkaran terdekat dan UMKM sekitar, tunjukkan contoh hasil kerja, dan tawarkan paket yang jelas. Buku Freelance dari Nol: Klien Pertama membahas skrip penawaran dan cara menentukan tarif.
Pilih yang waktunya fleksibel dan tidak bentrok dengan jam kerja, seperti jasa digital, produk pre-order, atau produk digital. Buku Usaha Sampingan untuk Karyawan membahas cara membagi waktu dan memilih ide.
Ya, penghasilan freelance termasuk penghasilan yang perlu dilaporkan. Buku Pajak & Keuangan Freelancer membahas pencatatan dan pelaporannya.