Dinar, suaminya, dan anak perempuan mereka yang berumur enam tahun pindah ke Solo dan menyewa rumah tua bekas juragan batik di Laweyan dengan harga jauh di bawah pasaran. Pemiliknya hanya meminta satu hal: jangan buka kamar belakang. Pada malam pertama, jam bandul yang katanya mati sejak 2009 berdentang pukul dua lewat sepuluh, dan di bawah pintu kamar terlarang itu sebaris cahaya menyala lalu padam.
Seminggu kemudian, buku harian Dinar mulai ditulisi orang lain dengan tinta cokelat. Tulisannya bertanggal tahun 1992 dan bercerita tentang seorang gadis yang disimpan di kamar itu. Gembok sudah dipasang dan pintu dapur sudah dikunci, tetapi tulisan itu terus datang, dan anak Dinar mulai berbisik dengan seseorang bertangan biru di balik dinding kamarnya. Semakin dalam Dinar menggali, semakin jelas bahwa rumah murah ini tidak datang kepadanya secara kebetulan.
Yang akan kamu temukan:
Cocok untuk pembaca yang menyukai horor dan misteri dengan hati, yang ingin novel sekali duduk dengan akhir yang tuntas, dan siapa saja yang pernah penasaran pada pintu yang selalu tertutup di rumah orang tua.
Belum ada ulasan. Ulasan hanya bisa ditulis oleh pembeli yang sudah membayar.
Masuk untuk menulis ulasan setelah membeli.