Ipul, mantan juru masak hotel, berjualan mi di teras sebuah ruko tua di seberang rumah sakit, dari pukul sepuluh malam sampai Subuh. Pelanggannya perawat shift malam, satpam berkucing, ojol yang hobi berutang, dan orang-orang yang tidak bisa menjelaskan kenapa mereka masih di jalan pukul tiga pagi. Lalu suatu malam, anak pemilik ruko datang, memesan teh tawar yang tidak ia minum, dan mengumumkan bahwa ruko itu akan dijual.
Ipul punya waktu beberapa minggu dan satu taruhan yang ditulis di atas tisu bermeterai: membuat Pak Liong, pemilik ruko yang hanya bisa bilang "terserah", mengucapkan satu kalimat lengkap kepada anaknya. Sementara itu, seseorang diam-diam melunasi utang para pelanggan di papan tulis warung, setiap malam, tepat ketika Ipul pergi membeli es yang tidak pernah ia butuhkan.
Yang akan kamu temukan:
Cocok untuk pembaca yang suka cerita slice of life yang lucu sekaligus menghangatkan, siapa pun yang pernah makan mi tengah malam di pinggir jalan, dan siapa saja yang masih menyimpan kalimat yang belum sempat diucapkan kepada orang tuanya.
Belum ada ulasan. Ulasan hanya bisa ditulis oleh pembeli yang sudah membayar.
Masuk untuk menulis ulasan setelah membeli.